let's coloring our LIFE with STATISTIC

Senin, 31 Desember 2012

Contoh Telaah Jurnal Agama tentang Statistika


Tema Jurnal              : Science dan Iptek Islami

Judul Jurnal          : Islam dan Budaya Korupsi dalam Kebohongan Statistika
                                      [download]

Penulis Jurnal        : Fatati Nuryana

Telaah Jurnal            :

·                Alasan Pemilihan Judul

Saya memilih judul “Islam dan Budaya Korupsi dalam Kebohongan Statistika” karena saat ini banyak pihak yang menganggap statistik sebagai pisau bermata dua. Selain kontribusinya pada dunia penelitian, statistik bisa membuat fakta tampak berbeda, kabur dan keliru.

Statistik yang dipercaya oleh sebagian besar orang merupakan hasil yang valid dengan tingkat kesalahan tertentu, terkadang disalahgunakan menjadi sebuah alat untuk mencapai tujuan – tujuan pribadi sesuai dengan yang diinginkan, mulai dari pengambilan sampel yang tidak benar, memanipulasi data sampai pengambilan kesimpulan yang tidak sesuai dengan hasil yang sebenarnya.


·                Substansi Jurnal / Inti Isi Jurnal

Dalam jurnal tersebut, dijelaskan tentang apa itu statistik. Statistik (statistika) senantiasa diasumsikan dengan data yang berbentuk angka, hasil perhitungan, atau hal - hal lain yang berhubungan dengan pendataan. Hasil - hasil yang ditunjukkan statistik baik deskriptif maupun inferensial seakan - akan menjadi sebuah kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan karena dapat dibuktikan secara ilmiah.

Dijelaskan pula tentang kebohongan dalam statistik, dimana kebohongan tersebut merupakan kebohongan tingkat tertinggi, kebohongan dengan kebenaran statistik. Terdapat beberapa jenis kebohongan dalam statistik, di antaranya adalah tidak menggunakan angka – angka yang tampak berhubungan, cara pengambilan sampel yang kurang tepat dan kecilnya ukuran sampel, pemilihan objek dari penelitian, menampilkan nilai rata – rata tanpa menampilkan range, mempermainkan angka yang tidak signifikan, kesimpulan akhir yang tidak tepat, membuat prediksi yang terlalu jauh, tidak melakukan perbandingan, menghilangkan sebagian angka untuk mengaburkan hasil, dan menyatakan apa yang dikatakan responden menjadi apa yang dilakukan oleh responden tersebut.

Kebohongan dalam statistik tersebut dapat menjadi langkah awal yang mengantar pada tindak pidana korupsi. Ini disebabkan adanya ketidakjujuran dalam mengungkapkan data, sementara data yang disajikan dipercaya kebenarannya. Ketidakjujuran sangat dilarang oleh Islam tentunya. Namun hal -  hal tersebut juga terjadi hingga lingkup pemerintahan. Ironisnya, kebohongan statistik melalui manipulasi data dan angka itu dilakukan secara konspiratif antara berbagai pihak terkait. Padahal, ada banyak ayat Al-Quran yang menunjukkan larangan kepada kita untuk melakukan kebohongan, seperti dalam Q.S 40 : 28. Dalam sebuah hadis juga disebutkan : “Jujurlah kalian karena kejujuran membawa kebaikan dan kebaikan mengantar ke surga. Hati-hati dengan kepalsuan karena ini mengantar kepada ketidakmoralan dan ketidakmoralan mengantar ke Neraka.”

Pilar yang harus senantiasa terbangun dari kesadaran adalah membangun budaya per – individu, membangun budaya syar’i, budaya keteladanan, serta budaya pendidikan dan IT. Sedangkan penanganan tindak korupsi sebagaimana disyari’at - kan Agama Islam adalah sistem pengkajian yang layak, larangan menerima suap dan hadiah, perhitungan kekayaan, teladan pemimpin, supremasi hukum yang baik, serta adanya pengawasan masyarakat.


·                Manfaat bagi Orang banyak

Jurnal “Islam dan Budaya Korupsi dalam Kebohongan Statistika” ini memiliki manfaat baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat luas. Dengan adanya jurnal ini, mengingatkan kita bahwa semakin beragamnya ilmu pengetahuan, namun sebagai manusia yang diberi kelebihan akal dan pikiran justru menyalahgunakannya. Oleh karena itu, melalui jurnal “Islam dan Budaya Korupsi dalam Kebohongan Statistika” ini, dapat menjadi peringatan bagi mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa ini agar menuntut ilmu dengan baik dan mengaplikasikannya ke dalam sebuah kegiatan yang positif dan yang paling penting selalu mengutamakan kejujuran dalam hal apapun termasuk dalam mengolah data yang nantinya akan disajikan ke masyarakat umum. Tidak terkecuali juga kepada masyarakat, kejujuran sangat dianjurkan dalam Agama Islam.


·                Kesimpulan dan Saran

Dari jurnal “Islam dan Budaya Korupsi dalam Kebohongan Statistika” ini dapat disimpulkan bahwa perilaku penyimpangan masyarakat berawal dari berbohong yang merupakan awal dari tindak korupsi yang dilarang dalam Agama Islam, sehingga pelibatan peran profetik agama senantiasa efektif dengan melihat gejala – gejala sosio – pshy – chologis masyarakat. Penanganan tindak korupsi juga melibatkan aspek – aspek budaya sebagai pilar di masyarakat, penanganan korupsi harus dilakukan secara komprehensif.

Dari beberapa alternatif penanganan dan pemenuhan kebutuhan spiritual masyarakat penggunaan apapun termasuk statistika akhirnya statistik hanyalah sebuah suatu ilmu yang mengantarkan kepada kemaslahatan sehingga penggunaan ilmu hanya akan bermanfat jika para pemakainya jujur dan mengikuti kaidah - kaidah dalam menerapkan ilmu tersebut sebagai karunia yang berasal dari Yang Maha Kuasa, sehingga yang menjadi kunci dalam bagaimana membangun kesadaran dan kejujuran di semua kalangan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar